About Me

header ads

Puisi: Mula-mula - Ramdhanirh


Mula – Mula

Mula-mula
Kukira kau musafir yang selalu menyusuri lorong dalam diriku
Dada namanya

Mula-mula
Kukira kau petani yang selalu menanam nasib dalam diriku
Lubuk namanya

Mula-mula
Kukira kau pendaki yang selalu memanjat tebing dalam diriku
Batin namanya

Mula-mula
Kukira kau pelaut yang selalu mengarungi samudera dalam diriku
Kalbu namanya

Tatkala tiba kau tiada
Aku bertanya pada Sang Maha Kuasa
Mengapa yang telah hadir semula, pergi begitu saja

Tersenyumlah Sang Maha Kuasa
Lalu menghadirkan dia
Sebagai jawabannya

Dalam Nama Jumat

Dalam nama Jumat
Yang munculnya meredam perih tergurat
Aku mengusung pagi dengan rindu kesumat
Merapalkan namamu sebagai kekalnya alamat

Dalam nama Jumat
Yang datangnya menghapus perih tersayat
Aku mengarungi siang dengan bait doa tersemat
Menghendaki aksara namamu menjadi baiat

Dalam nama Jumat
Yang hadirnya meringkus perih menyarat
Aku menyelami malam dengan khusyuk bermunajat
Berharap di belantara hatimu diriku tersesat

Kekasih
Padamu aku mendamba peluk hangat
Sebagai basuh atas penantianku yang kian penat

 Berikan Aku

Berikan aku
Sedikit ruang pada matamu
Niscaya akan kuabadikan kau
Pada tatapku

Berikan aku
Sedikit ruang pada nadimu
Niscaya akan kuabadikan kau
Pada denyutku

Berikan aku
Sedikit ruang pada hatimu
Niscaya akan kuabadikan kau
Pada degupku

Berikan aku seluruhmu
Niscaya akan ku sempurnakan
Kemanusiaanmu
Kekasih


Pada Kekasih

Kekasih
Aku menuliskanmu dalam kitab paling puisi
Juga meriwayatkanmu dalam bait doa paling inti
Agar sampai kepadamu rindu yang hakiki

Pun Kekasih
Aku menginginkanmu dalam dzikir paling sepi
Juga mengimpikanmu dalam wirid paling sunyi
Agar sampai keharibaanmu rindu yang abadi

Aku sebongkah hati yang sunyi
Yang menghendaki kau sebagai isi
Kekasih


Seluruh Aku

Seluruh aku yang sering lekang
Dikeningmu itu tengah mendekam
Sepenuhnya kau ditabahnya ingatanku

Seluruh aku yang kerap luput
Dimatamu itu masih menghanyutkan
Sepenuhmya kau diteduhnya airmataku


Rachmat Hidayat Ramadhani, bisa di panggil Dhani atau Atim (Anak Timur, soalnya saya dari timur Indonesia). Nama pena puisi saya adalah Ramdhanirh. Saya dilahirkan di Waiwerang, sebuah kota di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, usia saya 21 tahun. Hobi saya adalah bermain sepak bola, membaca, dan menulis. Saya mahasiswa jurusan Matematika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Mau tahu lebih tentang kegiatan menulis saya? Ikuti saya di Instagram @ramadhanirh. Hehehe.

Posting Komentar

0 Komentar