About Me

header ads

Puisi Cemburu - Nur Amin Akbar

memuisikan, puisi cinta, puisi rindu, cemburu



CEMBURU

Sering kali kita merasakan yang namanya cemburu
Suatu perasaan yang dirasa tak sedap dalam hati
Begitu pahit dan menyesakkan dada
Rasa cemburu sering kali tiba-tiba hadir
Karena rasa cemburu merupakan bentuk tindakan perasaan
Takut akan suatu hal yang tak di inginkan hati atau di lihat mata
Namun ada kalanya rasa cemburu harus kita pendam
Harus kita taklukkan jangan sampai menguasai raga
Memendam rasa cemburu memang terasa begitu pahit
Tetapi kita perlu mengetahui rasa cemburu juga ada takarannya
Jangan sampai terlalu berlebihan agar tak menumpahkan air mata serta amarah

Jeneponto 2019


AKU BICARA PADAMU

Wahai penguasa pemilik Tahta
Yang menduduki gedung tinggi
Tegakkanlah keadilan Untuk rakyat
Tanpa memihak kepada yang berkuasa di atas rupiah

Telah banyak terpampang di layar kaca
 Peristiwa memilukan melanda para remaja
Yang dewasa, tua bahkan balita

Aku bicara padamu wahai para penguasa
Jangan menutup mata
Jangan bungkam terhadap apa yang terjadi
Apa lagi berpura-pura tuli

Jeneponto 2019


BANGKITKAN KEMERDEKAAN

Merdeka bukan kebebasan
Merdeka bukan keleluasaan
Negara kita punya aturan
Mari hentikan penindasan

Bakar semangat jiwa kemerdekaan
Berkobarlah api perjuangan
Agar Indonesia maju ke depan
Teruskan cita para Pahlawan

Terbebas dari penjajah tak mudah
Hilangkan segala susah dan kesah
Majukan Indonesia dalam segala arah
Jangan takut apalagi menyerah

Menyerah pertanda kita lemah
Kita pemberani dan tangguh
Jangan biarkan retak dan pecah
Persatuan dalam perbedaan yang indah


Jeneponto 2019



Nur Amin Akbar lahir pada tanggal 16 September 2000 merupakan putra dari pasangan Patta Nawir dan Masdawati, tinggal di Bontoa Kel. Tonrokassi Timur Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan.

Buku antologi puisi pertama berjudul “Tirai Cinta Mega Aksara”, kedua dengan judul “Diam Yang Bersuara” dan ketiga dengan judul “Kelopak Cinta Bidadari”.
Serta antologi puisi ke empat dengan judul buku” Menenun Rinai Hujan” bersama  Sapardi Joko Damono dan para penulis terpilih Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar