Latest Articles

By / Senin, 08 Juli 2019 / No comments

Puisi Membenamkan Yang Terpendam - Wildan Febry Akbar

puisi senja, puisi rindu, memuisikan, kirim puisi,


Bayangan


Mentari pagi telah muncul di ufuk Timur
Cahayanya menerangi hidup yang kabur
Buaiannya menyentuh kening kapur
Perlahan kian tinggi bayangan itu mulai gugur
Gelapnya membungkam diriku yang terkujur Hembusan angin pun menyapu lulur
Seolah telah mengukur hamparan bujur
Membuatku terdiam berharap hidup mujur
Hingga mata tertutup bayangan itu tetap luhur

Bandung, 1 Februari 2019.
Wildan Febry Akbar




Khianat


Tak semua janji menjadi mimpi
Tak semua mimpi layak ditepati
Panggilan hati tentang sebuah imaji
Bak menanti mentari di setiap pagi

Kau ialah apa yang mereka prasangka
Kau ialah torehan perilaku yang dicipta
Aku ialah laknat jika selalu berkhianat
Aku ialah taat jika selalu berkhidmat

Kata khianat tak serupa dengan kata hati
Perkataan sejati ialah yang pekat hati
Sedianya kita berguru pada matahari
Karena ia selalu kembali di setiap hari

Bandung, 16 Februari 2019.
Wildan Febry Akbar


Kediaman Lelah



Malam hampir saja menjadi pagi
Aku masih saja berjalan tanpa tepi
Berpikir hati namun terasa mati
Yang kian lama tak terobati

Perihal arah aku menyerah pada lelah
Ada resah yang menjadikan hati pasrah
Perihal masalah aku lelah pada arah
Ada resah yang membangunkan gelisah

Kini malam telah benar menjadi pagi
Bagiku tepian memang bukan untuk bertepi
Tapi untuk lamunan mendalam dan menyepi
Tempat lelah berdiam dan berhenti

Bandung, 5 Maret 2019.
Wildan Febry Akbar


Derau Bakti Anak Abadi


Telinga tak pandai mendengar ibu
Tapi mereka pandai meniru
Lisan tak fasih membaca sahaja
Tapi mereka pandai mengeja

Wali hanya lembar daun tua
Terganti cipta phala adidaya
Wali hanya tunas perantara
Agar anak pandai bederma

Anak Adam mati menuju bumi
Terkubur dalam jauh Ibu Pertiwi
Kelak tiada bekal menuju surga
Tanpa iringan anak abadi berdoa

Derau bakti anak saleh bagaikan jiwa lestari
Meski wali mati hantaran pujian tetap abadi
Kelak tiada keabadian selain lantunan yang melangit
Tanpa doa anak saleh yang pandai mengabdi

Bandung, 17 Maret 2019.
Wildan Febry Akbar




Membenamkan Yang Terpendam

Memendam cinta sejati dalam hati
Seperti menyimpan rasa untuk patah hati
Sedalam apa kau pendam cinta sejati?
Seperti perilaku lukai-diri dan itu menyakiti

Kelak, kau akan membenamkan takdirmu sendiri
Kenangan yang kau tinggalkan sendiri dalam sepi
Kemudian tanpa diharap, ia hadir ketika kau mati
Kelak, tersadar mengejarnya lebih awal ialah mesti

Cinta terpendam bertangisan lara, karena sempat terluka
Bagai bangkai perasaan dan membingkainya di permukaan
Karma cinta yang sempat kau tinggalkan,
Akan kembali padamu dalam bingkai yang sama

Balutan kenangan tetap terjaga meski terlupakan
Sejatinya, yang kau pendam; itulah yang ditanam
Saat kau sempat, berikanlah cinta yang digenggam
Agar yang terpendam perlahan dapat terbenam

Bandung, 2 April 2019.
Wildan Febry Akbar


Gumam Semati


Dahulu kuhirup udara bernapas
Maka kupikir hidup ini hanya napas
Dahulu pernah kulihat indahnya alam
Maka kukira hidup ini tak pernah padam

Ada kala hujan dan panas menerpa
Ada kala siang berganti malam
Dan aku hanya diam tanpa berdiri
Dan aku hanya ingin lihat mentari

Kini napas pun engap
Terbatas tembok tipis menutup ruang
Bola lampu terang di luar hitam
Paduan hitam putih dalam setubuh alam

Malam senyap, malam sepi
Banyak yang tergeletak senang
Banyak yang tergeletak sedih
Dan tersadar, bahwa aku telah mati

Bandung, 20 April 2019.
Wildan Febry Akbar



Paradoks Sepi

Permulaan hari yang berbingkai sepi
Aku melihat sebentuk perasaan yang berbekas
Terbang berkibar mengipas sayap seperti merpati
Bagai burung lepas dari tumpuan tak beralas

Tampak sinar rembulan yang tertutup tirani
Membalut pagi gelap yang menetap enggan bergegas
Aku bersandar teguh di bawah pohon mahoni
Membayangkan sebentuk perasaan yang berbekas

Aku ingin waktu berjalan tak henti
Karena kumerasa damai dalam sepi
Aku ingin ini abadi, akankah terjadi lagi?
Seperti mahoni yang memberikan harmoni

Tak ada yang seindah burung bebas lepas
Tak beralas tanpa bekas luka yang mengeras
Damai dalam sepi yang membuat diri bebas
Mengobati hati yang sepi agar lepas terbebas

Bandung, 5 Mei 2019.
Wildan Febry Akbar



Gerakan Rumput


Kemarin siang terik namun nuansa tetap sejuk
Hamparan aspal jalan tertutup bunga rumput
Beberapa darinya ikut teriak tak mengenal takut
Berharap didengar berharap menjadi penakluk

Senja tiba sebagai akhir puasa sang rumput
Tak hanya rumput, pohon pun juga ikut
Gerakan rumput tentu perintah sang penakut
Tapi merebut bukan hak itu tidak patut

Patutkah rumput menang padahal ia tak patut
Pantaskah rumput disegani padahal ia tak menurut
Bahkan peringatan pohon dengan sejuk tak diturut
Maka layak senjata menyapa itu barang patut

Bahkan akar rumput pun berdusta akut
Ketika telah usai berteriak malam hampir terbalut
Lapangkan bahwa pohon berbeda dengan rumput
Jika tidak, hadapilah sapaan senjata sang penakluk

Bandung, 22 Mei 2019.
Wildan Febry Akbar


Dua Belas Purnama


Entah berapa malam lagi mesti kutunggu
Tawa lestari yang membuatku mampu berlari
Tapi senyum sedu yang selalu menjadi temu
Seolah seperti gelak nabi yang tak henti

Kini dua belas purnama telah terhitung jari
Semenjak kau dulu nyalakan api rindu
Tak pernah kulihat lagi purnama raya berseri
Entah karena lupa atau sengaja tak rindu

Purnama ketiga belas hampir menjadi temu
Tak akan aku lewati lagi dengan mengiris hati
Merengkuh pasang purnama ialah penawar pilu
Mendekap erat gejolak rindu sambil duduk bersamamu

Bandung, 20 Juni 2019.
Wildan Febry Akbar






Wildan Febry Akbar, S.S., M.Sn. Hanya penulis biasa yang senang mendokumentasikan keresahan dengan tulisan dan lukisan. Kesehariannya akrab dengan seni dan hidup dari seni. Sehingga ragam karya kreasi seni lahir dari tangan penulis. Cinta pertama pada literasi sastra dimulai sejak menjalani pendidikan di Strata 1 Universitas Padjadjaran Bandung, Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Arab. Adapun pendidikan yang dijalani terakhirnya ialah di Institut Teknologi Bandung, Fakultas Seni Rupa dan Desain dengan spesifikasi penelitian seni memberikan asupan gizi lebih untuk wawasan berkeseniannya. Instagram :  @sangkarbatu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow @memuisikan

About Me

Instagram

Sidebar Posts

Popular Posts

Category