About Me

header ads

Puisi Opname - Muhammad Padjri Duha




OPNAME

Mewangian ini tak asing aromanya
Kepulan zat-zat kimia tapi tak pekat
Tidak, ini aroma berbagai macam obat
Pula, ruangan ini serba putih warnanya
Sama seperti seragam para pekerjanya

Ah..
Ada infus dan peralatan medis menumpuk
Aku rasa sudah setahun lamanya
Dejavu ini membuatku lupa segalanya
Aku jadi teringat sesuatu hal terkutuk
Kapan terakhir kali aku dibesuk?

Waktu itu,
Kamu berada di sana memerhatikanku
Mendekat ramah dan memberi senyum hangat
Membuatku terlarut bahagia dan akhirnya disengat
Ketika tubuh melumpuh, aku seakan menjadi masa lalu
Pergi tapi menyisakan memori dalam ingatanmu

Katakan padaku, siapapun
Apakah aku tak berguna bagi siapapun?
Aku yang memiliki penyakit hati ini
Aku yang masih memikirkan diriku sendiri




DOKTER
Hidup ini ibarat menjadi dokter
Tak ada kata cito agar cepat terurus
Tak ada kata stat agar berjalan mulus
Apa artinya hidup bila semua lulus?
Tak berguna

Hidup ini ibarat menjadi dokter
Jenis endemik penting diteliti
Ahli forensik belajar patologi
Apa artinya hidup bila tak ada kompetisi?
Tak berguna

Bukan karena egois dalam mendiagnosis
Bukan karena acuh dalam mendosis
Tapi karena dunia memiliki kapasitas
Bagai ruang medis yang terbatas

Jika tempat ini melibihi batas,
semua akan terablasi
semua akan terhabisi
kata lain, mati

Jadi, untuk apa hidup?
Menjadi lebih berguna




PERAWAT
Pasienku,
Panggil diriku kapan saja kau mau
Waktuku kan kuberikan untukmu
Demi merawatmu hingga sembuh
Agar kau tak lagi merasa kambuh

Pasienku,
Hari ini waktunya pengobatan rutin
Jangan kau tunda seperti kemarin
Rebahkan tubuhmu dengan santai
Menyuntik dirimu aku sudah pandai

Pasienku,
Hati yang sakit tak mudah sembuh
Tak seperti demam tinggal kompres
Tak seperti memar tinggal oles
Bagian ini kau harus tangguh
Semangat hidup adalah kunci agar tidak runtuh

Jika perih,
Tekan dada kirimu
Dengarkan irama itu
Ada suara detakan menggebu
Tandanya ia sedang berusaha mengobatimu
Ia adalah detak proses kerja kerasmu




APOTEKER
Minum obat sesuai dosisnya
Perhatikan pula kapan kadaluarsa
Hora vespetina jangan tertukar hora matutina
Tak perlu sungkan bertanya
Hidup ini memang tak peduli kau siapa
Maka dari itu, bertanya
Agar ia tahu kau siapa




LEKAS SEMBUH
Masih di tempat berbaring
Esok hari luka ini mengering
Namun indera perasaku belum kering
Aku tahu itu, dok

Pagi ini aku sarapan bubur hambar
Disuapi dengan senyuman agar rasa tersamar
Namun indera pengecapku yang hambar
Aku tahu itu, sus

Hari ini semua inginkanku pulang
Bukan bosan tapi berharap peluang
Mungkin penyakitku tak menggerogoti semua bagian
Masih ada secercah harapan dalam harapan
Aku juga inginkan itu

Sebelum elektrokardiogram ini bergaris lurus
Aku menginginkan sesuatu yang tulus
Berikan jawabannya kepadaku
Apakah kau memaafkanku?

Semoga lekas sembuh
Meski pulang ke tempat yang berbeda






Muhammad Padjri Duha, seorang anak laki-laki biasa yang lahir di Bogor. Bernama pena VinVin, ia berusia 22 tahun dan telah menempuh S1 Jurusan Ilmu Politik di Universitas Nasional. Memiliki hobi yang biasa, yaitu menulis puisi ringan. Pernah bergabung menjadi Penasehat komunitas kepenulisan Aroma Kertas (2017) dan menjadi Ketua Umum organisasi kecil kepenulisan Writen Zen Project (2018). Sering menulis di halaman daring Instagram. IG : vinvin0928

Posting Komentar

0 Komentar