About Me

header ads

Tentang Apa pun Yang Tidak Pernah Kamu Ketahui - Haniq Setyaningrum


curhat, cerita, puisi



Perasaan yang Kusembunyikan
            Sejak awal pertemuan kita, aku selalu tidak bisa mengatur arah mataku. Mataku yang ingin terus melihat ke arah kamu. Aku sempat takut, takut untuk mendekatkan diri kepadamu. Karena aku sudah mengalami banyak kejadian yang tidak menyenangkan hati dengan seorang laki – laki. Tapi… semakin lama aku semakin tidak terkontrol, yang awalnya hanya mata kini merambat ke pikiranku. Jantungku mulai berdegup tak karuan, saat memandang dirimu. Mungkin saat itu, aku telah jatuh cinta padamu.
            Aku terlalu takut untuk memulai, tapi jika tidak dilakukan aku tidak akan tahu hasilnya seperti apa. Hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk berbicara denganmu, memulai obrolan dengan kata – kata yang cukup singkat. Dan yang membuatku terkejut, kata singkat itu menjadi jalan pembuka untuk kedekatanku dengan kamu.
            Saat ini, aku tidak ingin kamu mengetahui bahwa aku memiliki perasaan terhadapmu. Karena aku takut, jika kamu mengetahuinya.. kamu akan pergi menjauh dariku. Jadi… aku memilih untuk menyimpan perasaan ini sendiri. Menyembunyikannya darimu hingga waktu yang mengatakannya padamu.
            Mengenalmu, walaupun dalam waktu yang belum lama. Aku sudah merasakan kebahagiaan,, senangnya memiliki seseorang yang dekat denganku. Senangnya aku saat melihatmu tertawa karena aku. Bersamaan dengan itu, aku berharap.. “semoga kamu akan terus menjadi alasanku untuk bahagia” . untuk saat ini, biarlah kusimpan semua perasaan yang ada. Hingga nanti kamu akan mengetahuinya.



Kamu Adalah Alasanku Bahagia 1

            Hari di mana setelah aku mengenal kamu, satu per satu cerita tercipta. Setiap harinya selalu ada saja hal yang kamu lakukan untuk membuat senyumanku terpancar. Kamu.. yang selalu mencariku ketika aku tidak ada kabar. Kamu.. yang selalu bersikap manja terhadapku. Kamu… yang selalu memberikan perhatian lebih terhadapku. Dan semua itu kamu lakukan tanpa ada status apa pun yang mengikat.
            Aku selalu merasa bahwa harapan yang aku berikan padanya tersampaikan dengan baik. Karena perlakuanmu terhadapku sungguh membuatku bahagia. Aku berpikir, bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama kepadaku. Aku simpan pikiranku itu hingga waktu menjawabnya nanti.
            Kamu… adalah apa yang selalu aku semoga kan
            Kamu… adalah hadiah terindah yang pernah diberikan Tuhan
            Aku bahagia,, dan bahagia itu karena kamu.




Sesuatu yang Kusimpan Sendiri
            Pertemuan kita 2 tahun yang lalu, sejak saat itu.. aku memiliki seseorang yang mampu membuatku tertawa bahagia. Apa pun keadaannya, kamu selalu ada di saat aku membutuhkan kamu. Itu dulu… sebelum kamu dan aku menjadi kita. Masa-masa indah yang kupikir tidak akan bisa terulang sama persis seperti dulu.  Masa di mana semua masih terasa aman.. tidak ada rasa takut sama sekali. Semua begitu indah seperti senja di setiap sore.
Kamu tau? Ada hal yang aku sembunyikan darimu,, sejak kita menjalin hubungan ini. Aku hanya bisa memendamnya sendiri. Hal itu adalah… rasa sedihku, rasa sedihku di saat kamu acuh terhadapku. Rasa sedihku di saat kamu marah padaku. Dari awal, aku tidak bisa menunjukkan itu.. aku hanya diam dan berpura-pura baik-baik saja dengan keadaan ini.
Jujur, jika aku mengikuti logika.. aku sudah jauh melangkah pergi darimu. Aku lelah.. aku lelah dengan harapanku yang tak kunjung tersampaikan. Berharap kamu,, akan mengerti akan posisiku sebagai wanita yang memiliki sahabat laki-laki sejak lama.
Tapi apa yang terjadi?? Mengapa aku masih bertahan dengan kamu?? Semua itu karena hatiku berkata kamu adalah seseorang yang selama ini aku tunggu. Hatiku bilang, bahwa kamulah yang mampu menghapus sedihku. Selain semua itu, aku pun menyembunyikan rasa bosanku terhadapmu. Yang sering kali datang menghampiriku.
Kau tau? Sebenarnya hubungan ini sangat sulit untuk dipertahankan, tapi aku … entah kenapa aku ingin semua ini baik-baik saja.
Aku bertahan.. karena aku menyayangimu.




Memendam Api Amarah
            Satu pertanyaan yang sejak dulu tak pernah bisa aku jawab “Mengapa aku tidak mampu meluapkan emosiku kepadamu?”. Setiap aku merasa kesal terhadapmu, aku hanya bisa memendamnya. Entah, aku tidak pernah sanggup berkata dengan nada tinggi di depanmu. Aku lebih memilih untuk diam dan membiarkan suasana hatiku membaik dengan sendirinya dibandingkan dengan aku mencaci maki kamu yang telah melakukan sebuah kesalahan.
Kamu harus tau satu hal. Setiap saat aku marah dan merasakan hal yang seperti itu. Hati ini berteriak, ia memberontak segalanya. Pikiranku kacau, aku tidak bisa melakukan apa pun selain diam.
            Terkadang, perlakuanmu terhadapku tidak bisa di tebak. Menit pertama kamu bersikap baik dan membuat segala sesuatunya menjadi indah, tapi di menit berikutnya kamu mampu menghancurkan semua keindahan itu dengan satu perkataanmu ataupun satu tindakanmu yang tidak aku suka.
Pernahkah kamu berpikir tentang apa yang aku rasakan kepadamu? Apakah kamu tau bagaimana rasanya memendam segala amarah yang menggebu? Apa kamu mampu merasakan air mata yang tertahan?
Saat ini, aku ingin menangis. Tapi aku tidak mampu melakukan itu. Ingin rasanya aku melupakan segala hal yang sudah terjadi di antara kita, tapi nyatanya tidak semudah berucap.
            Baiklah.. tidak apa, biarkan semua ini aku yang merasakannya. Aku diam sembari berharap. Semoga apa yang terjadi selanjutnya adalah hal-hal baik yang sudah menjadi ketentuan-Nya.




“Kamu Masih Menjadi yang Aku Semogakan”
Sejak hari itu, di saat aku merasa yakin bahwa hanya kamu yang mampu membuatku bahagia. Aku selalu menjadikanmu sebagai topik utama dalam percakapanku bersama-Nya. Hal – hal baik yang selalu aku harapkan terjadi kepadamu. Aku selalu meminta, agar kamu diberikan kebahagiaan. Namun, aku lupa. Menyebutkan namaku di antara kebahagiaanmu. Hingga yang terjadi, saat ini kamu telah bahagia walaupun bersama dia.
Kamu tau?
Meskipun kita sudah tak bersama. Namamu, senyummu, matamu, dan segala tentangmu masih dengan senang hati aku ceritakan kepada–Nya. Berharap bahwa apa yang akan terjadi nanti bisa membuat bahagia yang dahulu pernah hilang, datang kembali.
Hati ini merintih kesakitan setiap saat aku melihat kedekatanmu dengan dia. Namun aku bisa apa? Tidak mungkin jika aku harus merusak itu semua. Aku akan bertahan untuk menahan segala rasa sakit yang ada, hanya untuk melihat kamu tersenyum bahagia.
Semoga apa yang menjadi bahagiamu, bisa membuatku bahagia juga. Walaupun aku harus merasa sakit terlebih dulu.



Kamu adalah Alasanku Bahagia 2

            Bahagiaku itu sederhana, namun kadang kala bahagiaku juga rumit. Jika seseorang bertanya “hal apa yang dapat membuatku bahagia” akan kujawab “bahagiaku adalah kamu”. Hal-hal kecil sederhana yang sering kita lakukan bersama, itu mampu membuatku tersenyum dan merasa senang. Mendengar kamu tertawa dan alasanmu tertawa adalah aku. Hal itu pun sudah membuat hatiku berseri.
Apa kamu tau? Hal-hal konyol yang terjadi di antara kita di saat kita bertemu adalah saat-saat yang aku tunggu. Memikirkanmu saja sudah membuatku bahagia. Sesederhana itu bahagiaku, hanya karena kamu. Aku selalu menantikan waktu di saat kita akan bertemu. Mengapa? Karena aku ingin mendengarmu mengucap kata rindu. Menurutku, jika aku berhasil membuatmu rindu. Itu artinya aku masih menjadi seseorang yang kamu anggap. Aku menyukai hal itu.
Terima kasih,, karena bersedia hadir dalam hidupku yang rumit ini. Semenjak kamu datang, aku merasa semuanya lebih indah untuk dijalani.






Haniq Setyaningrum
memiliki nama pena Setya Sastra, lahir di Jakarta, 10 September 2000. Tinggal di Jalan Karet Pasar Baru Barat I Rt 06/rw 07 no.43  Jakarta Pusat. Bersua maya melalui Email haniqsetyaningrum01@gmail.com



Posting Komentar

0 Komentar