Latest Articles

By / Rabu, 07 Agustus 2019 / No comments

Puisi: Setelah Hujan Reda - Irwan Effendi

puisi, kumpulan puisi, hujan


Setelah Hujan Reda
-Nnah

setelah hujan reda
aku menunggu dengan tubuh paling setia
pelangi melengkung indah di wajahmu yang jelita
setelah lama
tak ada jumpa yang kita sengaja

sedang rinduku
tak ubahnya hujan berlalu
selalu membasahi tubuhku
hingga layu
rinduku digerus pilu

mungkin temu
yang tak disengajakan oleh waktu
menjadikanku mau
berlama-lama selalu menunggu
hujan reda lekas tiada

agar tiba
pelangi yang kupuja
melengkung indah di mataku
setelah jatuh di depanmu

Januari, 2019



Merindumu Adalah Kekalahanku Merawat Waktu

merindumu adalah kekalahanku merawat waktu
karena pada setiap detiknya
adalah kau yang menjadi peta
ke mana arah mengarahkanku melaju
maka di situ, aku merindu

aku sengaja memacu
pada suatu arah yang aku sendiri tak tahu
tapi rindu lebih tahu
ke mana aku menuju
Padaku” jawabmu

aku dan waktu
adalah dua kehilangan
yang ditiadakan keadaan
dan hanya pada rindu
aku akan bertemu
dengan kamu dan waktu

aku ingin merawatnya
tanpa harus ada yang terluka atau meluka
tersebab kamu adalah waktu
waktu adalah rindu
dan rindu adalah aku
yang segalanya adalah semu.

2019

Rindu Lebih Tahu

terkadang rindu
lebih tahu
mengartikan temu

bukan selempar pandang
atau sebentuk pelukan

tapi seperangkat doa
yang dari tangan kita
menengadahkan segala pinta
pada kuasa

keselamatan dan kebahagiaan
menjadi utama
dari segala rindu yang nyata.

Februari, 2019

Alamat Rindu

kutulis rindu
beralamatkan kamu

semoga diterima
dengan hati paling bahagia
sebab sempurna
kutulis segala

hingga tiada
rindu yang kupunya
selain dia

2019


Serupa Rindu

serupa rindu
kita tidak disetujukan waktu
yang menjadi jarak tuk bertemu
meski hanya sebatas tahu
bagaimana kabarmu

jarak dan waktu terus berlalu
hanya menyisakan kelabu
pada rindu yang kian menggebu

sampai aku lupa
cara menunggu paling setia
tersebab yang kumau
hanya sebatas temu
terlebih dari itu
aku pasrah pada-Mu

Maret 2019




Irwan Effendi
lahir dan besar di Batuampar Sumenep, menulis Puisi dan Cerpen. Saat ini masih tercatat sebagai Santri aktif Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Utara. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow @memuisikan

About Me

Instagram

Sidebar Posts

Popular Posts

Category