Latest Articles

By / Kamis, 15 Agustus 2019 / No comments

Puisi Tema Kemerdekaan: Warisan Perjuangan

puisi kemerdekaan 17 agustus, puisi hut ri, puisi kemerdekaan pendek, puisi kemerdekaan


Indonesia sebagai bangsa yang merdeka telah memasuki tahun kemerdekaan ke 74. Beragam ekspresi yang dapat dituangkan dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, salah satunya adalah melalui puisi.

Puisi sebagai salah satu bentuk karya sastra yang seringkali menjadi wakil dalam mengungkapkan ekspresi dari suatu peristiwa, salah satunya ekspresi terhadap hari besar kemerdekaan. Karenanya peristiwa kemerdekaan atau perayaan atas hari kemerdekaan menjadi tema yang menarik untuk dijadikan sebagai puisi. Dalam kesempatan ini, kami memuat beberapa puisi dengan tema hari kemerdekaan dan perjuangan.


Puisi Tema Kemerdekaan: Warisan Perjuangan

Berkibar derap langkah merah putih
Berkobar gelora juang tanpa pamrih
Demi nusa dan cita-cita bangsa merdeka
Demi cinta dan tercapainya rakyat sejahtera

Darah juang kini kami warisi
Mengalir pada satu nadi NKRI
Menyatu padu menjadi warna yang satu
Kita bangsa yang merdeka karena bersatu

Mengisi hari penuh makna
Sebagai syukur bangsa merdeka
Mengukir prestasi terus berkarya
Balas budi untuk para pejuang bangsa

Terima kasih para pejuang
Jasamu akan terus kami kenang
Demi kesejahteraan nusa dan bangsa
Kan kumaknai kemerdekaan penuh makna
Untuk terus mengukir prestasi dan berkarya

-RAR Memuisikan

Puisi Tema Kemerdekaan: Generasi Merdeka

Generasi kami hanya mengenalmu pada buku sejarah
Tentang segala perjuanganmu mengusir pergi penjajah
Generasi kami berhutang banyak nyawa demi nafas yang merdeka
Engkau yang gugur menjadi suci sebagai pahlawan penuh jasa

Engkau para pejuang kemerdekaan
Engkau yang kami bangga sebut pahlawan
Begitu gagah berani membela tanah air ini
Begitu tulus murni mencintai nusantara ini
Pada yakin yang engkau perjuangkan wahai pahlawan
Kini kemerdekaan telah memberi warna indahnya kehidupan

Segala yang telah engkau perjuangkan
Pada setiap tetes keringat dan darah yang bercucuran
Telah sampai mengantarkan Indonesia pada masa kejayaan
Menjadi merdeka pulau nusantara dalam persatuan

Dan generasi kami, akan terus mengingat engkau pahlawan, bukan hanya pada buku sejarah, namun pada prestasi dan karya untuk dunia  mengukir sejarah. Karena kami generasi penerus bangsa, generasi yang merdeka.

-RAR Memuisikan

Puisi Tema Kemerdekaan: Bangunlah!

Hai kawan bangunlah! Berdirilah!
Mari bersama mengisi bangsa merdeka
Hai kawan segera berbenah!
Mari bersama berlaga di pentas dunia

Ini kemerdekaan bukan hasil meminta-minta
Ini merdeka buah perjuangan satu bangsa
Setiap nafas yang kita nikmati sebagai bangsa bebas
Adalah tetes keringat dan air mata yang mengalir deras

Kini kita tinggal menikmati
Segala yang telah diperjuangkan hidup mati
Kini kita sebagai pewaris negeri
Memiliki tugas untuk terus menjaga tanah air ini

Maka bergegas dan ayo isi dengan prestasi
Sebagai rasa syukur penerus generasi
Mengisi hari yang merdeka dengan karya
Ungkapan terima kasih kepada pahlawan bangsa

Ayo kawan berdirilah!
Generasi merdeka bangunlah!

-RAR Memuisikan

Puisi Tema Kemerdekaan: Menjadi Runcing

Tanah surga ini telah terbebas 74 tahun
Menjadi merdeka menentukan arah berbangsa bernegara
Tanah tumpah darah ini telah siap berlari
Menyongsong masa depan menjadi yang terdepan

Jika dulu para pejuang menajamkan bambu runcing
Sebagai upaya membebaskan tanah air
Kini sudah saatnya kita menjadi generasi runcing
Sebagai tanda kemerdekaan berpikir

Ayo pertajam dan asah pemikiran dan ilmu!
Meruncingkan pemahaman meruncingkan peradaban
Sebab kita bukan bangsa tumpul yang hanya menjadi pengikut
Kita adalah bangsa yang bebas merdeka menjalankan ideologinya
Kita bangsa yang memiliki masa depan pembawa peradaban!

Seperti bambu runcing yang gagah berani di setiap tangan pejuang negeri ini
Seperti itu generasi penerus meruncingkan ketajaman tekat membangun negeri.

-RAR Memuisikan

Puisi Tema Kemerdekaan: Seperti Apa pun Indonesiaku

Seperti apa pun keritik yang masuk untukmu, begitulah adanya kebenaran di atas pulaumu.
Seperti apa pun pujian yang datang untukmu, begitulah setidaknya kebenaran terjadi di atas lautmu.

Dari keduanya, begitulah engkau telah hadir hidup dan menghidupi kami, menjadi tanah tumpah darah yang melahirkan kami. Mengalir air yang memberikan kami hidup dan menghidupi.

Jika pun engkau menerima nada sumbang serta pujian, terimalah dengan kelapangan hati, bahwa begitulah nusantara kepulauan ini, sebagai bangsa yang besar kita harus banyak mendengarkan.

Tanah yang merdeka, tanah perjuangan, tanah air yang menghidupi dan menemani sepanjang hayat. Engkaulah Indonesiaku! Di sana aku lahir, di sana aku besar, di sana aku mati, di Indonesiaku.

Pada engkau, apa pun yang terjadi padamu Indonesiaku, engkau tetap Indonesiaku. Tumpah darah pertamaku! Sekali merdeka engkau akan tetap merdeka. Selamanya! Selamanya!

-RAR Memuisikan

Puisi Tema Kemerdekaan: Menjadi Indonesia

Aku dan kamu tidak pernah meminta untuk dilahirkan di tanah air Indonesia. Namun di tanah ini darahku dan darahmu tumpah mengiringi tangisan pertama anak manusia.

Dari kebaikan Ibu Pertiwi, pada kesuburan alam yang memberikan asupan gizi, aku dan kamu tumbuh. Berkembang menjadi manusia sehat, gagah berani, dan bersiap menantang dunia. Aku dan kamu menjadi Indonesia.

Kita tumbuh dan berkembang pada budaya yang beragam, pada pulau yang saling disatukan oleh laut dan selat serta hamparan samudra yang siap mengantarkan kita pada dunia. Kita menjadi satu kesatuan seperti cengkeraman garuda pada sila ketiga. Kita adalah Indonesia.

Namun, pada sisi yang lain pada waktu yang lain, kita yang sama pernah satu tumpah darah, satu tarikan tangisan pertama sebagai anak manusia, mengapa masih menaruh curiga? Pada simbol-simbol yang tak sama, pada langgam-langgam yang beda nada, mengapa?

Bukankah Indonesia satu kesatuan? Dari segala perbedaan? Seperti kelahiran bayi menjadi Indonesia tumpah darah dan menangis pertama kalinya. Apa yang berbeda dari setiap bayi yang lahir di tanah Indonesia? Apa? Bukankah mereka lahir dan menjadi Indonesia?

-RAR Memuisikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow @memuisikan

About Me

Instagram

Sidebar Posts

Popular Posts

Category