Latest Articles

By / Kamis, 29 Agustus 2019 / No comments

Serangkai Puisi Pekat - Hermosa-Chin

Hermosa-Chin, memuisikan, puisi, puisi cinta, puisi rindu,

Pekat

Gelap, tak sedikit manusia takut padanya
Kala mata memandang
Hanya hitam pekat yang menghiasi
Suasana itu menambah bulu kuduk semakin merinding
Namun, cahaya malam mampu menerangi jiwa yang padam
Sinar itu, terpancar dari dalam hatimu

Hermosa-Chin


Angin

Alam, berikan ketenangan
Pada hati yang hampa
Dalam pikiran yang kosong pun
Tiup anginnya mampu berikan kesejukan
Dan aku, ingin bernapas lebih lama, di sini, berdua.

Hermosa-Chin



Mulai Tua

Dulu, aku berucap "selamat ulang tahun"
Semoga panjang umur dan bahagia
Kamu, mendapatkan kue dan kado
Juga doa dariku
Lalu, Tuhan mengabulkan! Amiin.

Hermosa-Chin


Farewell

Apa harus, setelah pertemuan ada perpisahan?
Mengapa harus begitu?
Aku, benci perpisahan!
Jadi, tetaplah di sini, bersamaku, melawan sepi.

Hermosa-Chin


Yakin


Walaupun jarak tak lagi dekat
Tapi kita masih di planet yang sama
Di tanah Jawa yang penuh pohon rindang
Sekarang, aku yakin
Mesin berjalan itu masih bisa membawaku
Menuju titik pertemuan, kau dan aku

Hermosa-Chin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow @memuisikan

About Me

Instagram

Sidebar Posts

Popular Posts

Category