About Me

header ads

Puisi Cipta Prasangka - Wildan Febry Akbar


puisi filsuf

Cipta Prasangka


Bukan perawi yang bercerita tentang nabi
Bukan tamtama yang siaga di medan laga
Kita seperti Yusya yang setia pada Musa
Kita seperti Musa yang berguru pada Khidir yang kuasa
Kita ialah perilaku yang dicipta
Kita ialah apa yang mereka prasangka

Bandung, 25 Agustus 2019

Tanda Lirih

Apa yang lebih menyakitkan daripada;
Tulisan yang rampung tapi tak pernah diterbitkan;
Puisi yang selesai tapi tak pernah dibacakan;
Lukisan yang sempurna tapi tak pernah dipamerkan;
Perasaan yang terpendam tapi tak sempat diungkapkan;
Hidup mungkin pedih tapi selalu hadir dengan lirih.

Bandung, 24 Agustus 2019 .

Roda Pohon Rupas

Kelak di suatu pagi
Kita akan memutar sebuah roda bersama
Roda yang kita buat dari pohon rupas
Muda dan kuat agar kenangan tak terhempas
Getahnya kita tuang dalam bejana

Agar racunnya dapat memisah
Racun ialah penawar kita dari keterpisahan
Kulit mudanya kita jadikan pakaian kehidupan
Akar pohon rupas kita jadikan hiasan meja
Daunnya akan menjadi anting daun telingamu
Agar kelak ketika roda berhenti
Semua karya menangisi kepergian kita

Bandung, 22 Agustus 2019

Kaki Tegap

Yang berjalan datang berlari dengan kaki
Yang buta datang berbimbing tongkat aki
Tak sempat ucapkan rasa terima pada kaki
Tak sempat usapkan rasa hati pada kaki

Kala kemarau yang begitu sembap
Kala hujan yang begitu lembap
Kaki seorang lelaki mesti kuat juga tegap
Kaki pejalan kaki mesti tetap merayap

Bandung, 19 Agustus 2019

Aberasi

Yang kau anggap adiwangsa
Mereka ternyata hidup nelangsa
Sekujur tubuhnya terbalut sabuk jingga
Hidup memang tak pernah terduga

Yang kau anggap adidaya
Mereka tak sepenuhnya berdaya
Setubuhnya dipenuhi aberasi cahaya terista
Namun tak tampak pernah menderita

Bandung, 16 Agustus 2019


Sekumpulan puisi  Cipta Prasangka adalah puisi-puisi yang lahir dari Event 10 Hari Memuisikan. Dan Wildan, menjadi penulis yang terpilih dalam Event 10 Hari Memuisikan.


Wildan Febry Akbar, S.S., M.Sn. Hanya penulis biasa yang senang mendokumentasikan keresahan dengan tulisan dan lukisan. Kesehariannya akrab dengan seni dan hidup dari seni. Sehingga ragam karya kreasi seni lahir dari tangan penulis. Cinta pertama pada literasi sastra dimulai sejak menjalani pendidikan di Strata 1 Universitas Padjadjaran Bandung, Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Arab. Adapun pendidikan yang dijalani terakhirnya ialah di Institut Teknologi Bandung, Fakultas Seni Rupa dan Desain dengan spesifikasi penelitian seni memberikan asupan gizi lebih untuk wawasan berkeseniannya. Instagram :  @sangkarbatu


Posting Komentar

0 Komentar